Abstract School RPG

AS TELAH PINDAH KE http://yotsuba-indo.chocoforum.net !!!!
 
IndeksPortailGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Abstract Story

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Kuripura
Student Agent
Student Agent


Male Jumlah posting : 4563
Age : 25
ability : Special
Class : High School B
Alice : Sweety Alice
Registration date : 13.01.08

Char Sheet
Star Rank: Student Agent
Location:
Self Quote: Because I feel like it.

PostSubyek: Abstract Story   Sun Mar 02, 2008 9:32 am

oot: JANGAN post komen disini. Ak sediain ntar topik baru buat CnC. ^^;; Ini adalah RANGKUMAN dari cerita2 yang di AS RP

NOTE: Ada sedikit modifikasi dan cropping biar cocok ama alur cerita. Ada beberapa episode yg kupotong jadi dua episode yg berbeda. Ada beberapa episode yang kugabung jadi satu. Tidak semua episode masuk ke rangkuman ini. MAAF

----------------------------------------------------------------------

Setiap orang tentu tahu seperti apa yang namanya sekolah itu, bukan? Tempat untuk belajar, merasa tersiksa, bolos dan melakukan berbagai macam hal lainnya untuk sekedar membuang-buang waktu hidup.

Setiap sekolah pastilah sama.

Atau... mungkin tidak juga.

Terisolasi dari dunia, dijaga oleh tembok-tembok pembatas. Ya, sekolah alice: Alice Academy.

Hanya mereka dengan kekuatan khusus yang bisa memasukinya. Mungkin tidak masuk akal kenapa sekolah yang sebegitu megahnya berpikiran sempit untuk bisa bertindak segitu pilih-kasihnya.

Mungkin.



Chapter 1 - Beginning

Hari itu begitu cerah. Anak-anak tampak sibuk melakukan kegiatannya. Mondar-mandir keliling sekolah.

Seorang murid laki-laki yang tampak mengenakan seragam Junior High berlajan-jalan keliling central town g ada tujuan. Ia menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang tampak resah.

Ia berhenti berjalan sejenak lalu bergumam pada dirinya sendiri, "Sial, sebenarnya aku tidak salah..."

Untuk sesaat ia tampak bingung mencari arah. Kadang ia membetulkan seragamnya yang terdapat emblem bulat bertanda "special star".

Tiba-tiba lelaki itu merasa ditubruk dari belakang. Spontan, ia menolehkan kepalanya.

Tampak seorang gadis seusia dengannya terjatuh di trotoar central town, komiknya pun terpental tak jauh dari tempatnya.

"Ah, maaf! Tadi saya berjalan sambil membawa komik sih!" ujarnya sambil memungut komiknya dan tersenyum manis.

Laki-laki itu menggelengkan kepalanya dan mengulurkan tangannya, berusaha membantu gadis itu untuk berdiri, "Tidak apa-apa. Lain kali hati-hati saja ya."

Gadis itu kembali tersenyum dan mengucapkan terima kasih sambil membersihkan badannya dari debu. Laki-laki itu kembali memperhatikannya.

"Ngomong-ngomong, boleh tahu namamu siapa?" tanya laki-laki itu ramah.

"Nama saya Kiara Quiora," jawab gadis itu ceria. "Murid A-Junior High School. Salam kenal!"

Laki-laki itu tampak menggumamkan nama gadis itu lalu mengambil sebuah kertas dokumen.

"...Kiara Quiora, murid pengendali kertas ya," gumamnya. "Salam kenal. Namaku Shiroi Tsubasa pengendali alice bird pheromone dari kelas Somatic."

Sesaat mereka berbincang-bincang bersama. Tiba-tiba terdengar suara sesuatu membentur tanah. Kiara dengan cepat mengalihkan pandangannya ke sumber suara.

"Ara~ Ada anak kecil terjatuh!" ujarnya sambil menghampiri anak yang dimaksud, membantunya berdiri. "Tidak apa-apa?"

Anak yang mengenakan seragam Elementary itu tersenyum polos, "Te-terima kasih. Tadi sebenarnya aku ingin membantumu. Tapi malah aku yang jatuh deh..."

Kiara dan Shiori saling berpandangan.

"Maksudnya?" tanya Kiara memastikan.

"Eh... Lupakan saja. Hehehe~ Namamu siapa? Aku Nekomi Chisa!" anak kecil itu tiba-tiba saja memperkenalkan diri. Tipe anak yang kelewat ramah, mungkin.

Shiroi mengernyit mendengar perkataan Chisa yang ia anggap kurang sopan. Tapi ia berusaha menekan emosi dan tersenyum pada Chisa. Kiara juga mengernyit, tapi lebih seperti heran akan tingkah laku Chisa yang enerjik.

"Nama saya Kiara," jawab Kiara ramah meskipun raut mukanya menunjukan hal yang berlawanan.

Shiroi mendecak dan tampak menggaruk-garuk kepalanya.

"Namamu Chisa ya? Tolong perbaiki sifatmu sedikit ya. Aku ini pengawas di sekitar sini," jelas Shiroi, memperhalus peringatannya. "Kau terluka, anak kucing?"

Chisa terdiam untuk sesaat, merasa sedikit terpojok.

"Maafkan saja anak ini," ujar sebuah suara. Semua serentak melihat ke arah seorang anak yang tampak seumuran dengan Chisa. "Dia kan hanya ingin berkenalan. Masa hal sepele begini mesti dijadikan konflik?"

Kiara hanya diam, Chisa tampak lega, sementara Shiroi semakin mengernyit.

"Maafkan aku sedikit kurang sopan, tiba-tiba menyelonong begini. Lebih baik kita saling memperkenalkan diri dan selesaikan masalah ini ya, Kakak-kakak sekalian," tambahnya cepat. "Namaku Nall Vanslein."

Nall tertunduk, tampak menyesali upaya pembelaannya pada Chisa.

Shiroi menghela nafas dan tampak tidak peduli lagi, lalu berjalan pergi. Kiara pun hanya tersenyum menenangkan Nall dan berjalan meninggalkan mereka semua.

Tampaknya kedua kakak kelas itu malas berurusan dengan adik-adik itu lebih lanjut.

Nall menghela nafas lega, tapi tidak untuk waktu yang lama.

Tiba-tiba terdengar suara ribut dari kejauhan dan derap langkah kaki yang panik. Tampak seorang bocah laki-laki berlari-lari menghindari serbuan golok dan tang.

Nall dan Chisa saling berpandangan untuk sesaat lalu serentak lari dari bocah yang berlari ke arah mereka.

"A-apa yang kau lakukan?!" tanya Nall panik pada bocah itu. "Ini sebenarnya ada apa sih?"

Bocah itu hanya menunjukkan wajah panik dan berteriak frustrasi, "Hentikan golok itu! Hentikan tang itu! Hentikan! Hentikan! HENTIKAAAAAN!"

Bocah itu kelihatan jelas sudah di ambang kematian dan tampak ingin menangis.

Nall hanya geleng-geleng kepala dan balas berteriak pada bocah itu, berusaha menyadarkan bocah yang mulai komat-kamit kayak kesurupan.

"WOI!! Memangnya ga ada cara untuk menghentikannya?" tanyanya pada bocah itu.

Bocah itu tidak menjawab dan malah mempercepat langkah kakinya sambil tetap menjerit-jerit panik. Nall menghela nafas lalu mendorong jatuh bocah itu. Saat itu juga semua benda berbahaya yang terbang mengejar bocah itu berhenti dan terjatuh tak berdaya di tanah.

Bocah itu bangkit berdiri dan menghela nafas lega, "Waah! Terima kasih banyak!"

"Tidak apa-apa. Kenapa golok itu bisa mengejar-ngejar kamu sih?" tanya Nall penasaran.

"Ehh... Itu karena kekuatanku adalah magnet. Dan aku belum terlalu bisa mengendalikannya," jelas bocah itu. "Terima kasih banyak ya Senior."

Nall mengangguk-angguk, tapi pandangan matanya tertuju pada seragam bocah itu.

"...Bukankah itu seragam Junior High ya? Kenapa kamu memanggilku senior?" ujar Nall heran.

"Eh... Aku memang Junior High. Aku Eanae, murid baru," jawab bocah itu. "Memangnya kamu bukan Seniorku?"

Nall menggeleng pelan pada bocah itu, "Bukan. Aku Nal', murid Elementary. Justru kamu yang seniorku."

Eanae mengangguk-angguk polos. Sungguh aneh kenapa bocah seperti itu bisa masuk Junior High.

"Sudahlah, lebih baik kamu beristirahat," ajak NAll. "Mau ke kafe atau semacamnya? Tapi jangan aktifkan alicenya ya."

Eanae mengangguk dan menyambut ajakan Nall.

Sebuah pertemanan baru terbentuk.

Kegilaan pun dimulai.

_________________
*insert catchy emo signature here*
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Abstract Story
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Kenji Okimura Story of Life Part 1
» [Character Story] Aji Soko
» [Character Story] Oliver Adams
» [Character Story] Aji Soko
» [Character Story] Shin Katsuo

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Abstract School RPG :: AS RPG Out Of Topic :: Side Story-
Navigasi: